5 Days Journey
Perjalanan dimulai dari Mesjid bernama Salman
Tim ekspedisi berdiskusi singkat sambil menunggu waktu keberangkatan dan beberapa anggota tim lainnya yang masih pergi memenuhi kebutuhan perjalanan
Pak Kadiv yang tidak dapat memulai perjalanan bersama memotret kami, dan mengucapkan salam perpisahaan diiringi doa keselamatan
———————————————————————————————————————–
Tempat itu ramai
Di setiap saat, suara teriakan terdengar, hiruk pikuk orang mencari nafkah dengan bertanya (sembari memaksa) : “Mau kemana Pak?”
Yang kami lakukan adalah terus berjalan. Pemimpin rombongan kami mendiamkan mereka, maka itulah yang kulakukan, sampai ada orang yang marah dan berteriak bahwa ia tidak meminta duit, barulah kami mulai menjawab : “Sudah tahu busnya, Pak”.
Kami melewati keramaian, ketidakteraturan, dan kekacauan itu, dengan duduk nyaman di sebuah bus jurusan Bandung – Garut. Kami memilih bus yang akan berangkat paling dulu. Ngomong-ngomong, mengingat nama bus, dan mencari tahu lokasi terakhir (terminal) yang akan dikunjungi bus bukan ide buruk
Satu jam saja, itu waktu yang dibutuhkan untuk segala ribet-ribet yang perlu dilakukan sebelum bus akhirnya benar-benar melaju menuju Garut (setelah bus berangkat dari terminal). 1 jam itu diwarnai oleh penjual asongan yang silih berganti turun naik bus, kondektur bus yang tak kenal lelah terus menerus mengajak orang ke Garut (Orang – orang yang lagi duduk-duduk santai di jalan diajak ke Garut. Eh, naik pula mereka!) sampai bus penuh sesak, dsb. Tapi akhirnya bus melaju dan aku bisa memejamkan mata sejenak
Thus, our journey began
No comments yet.