Ardhn’s Blog

A piece of a teenager’s mind

Analisis Karakter

1 kalimat untuk memulai semuanya

“Kenapa saya seperti ini?”


kalau ditelusuri, sesuatu, memulai hal lain yang besar, yang dampaknya merambat dan bertambah besar, dan mengubah hidup kita, mengubah kita, menjadi kita yang sekarang

Karakter manusia bervariasi. Faktor yang berperan antar lain keluarga, lingkungan di luar keluarga, dan ilmu pengetahuan

Dalam dunia psikologi, dikenal adanya Extrovert dan Introvert

Untuk lebih jelasnya silahkan klik ini

Di link itu, tepatnya di wikipedia, dijelaskan beberapa teori kenapa orang bisa menjadi Extrovert atau Introvert, antara lain teori Jungian (energi psychic), teori Eysenck, dan faktor biologi. Mungkin masih banyak teori lainnya, tapi yang akan di bahas adalah pendapat gw soal kepribadian Introvert dan Extrovert itu, dan pendapat gw ini pun berdasarkan gw baca-baca dan denger dari orang-orang, jadi ini bukan murni pendapat gw. Gw cuma coba mengaplikasikan ATM dari Aris Ahmad Jaya (Amati – Tiru – Modifikasi)

INTROVERT

Introvert

Sumber : http://lessons.astrology.com/course/show/Astrologys-Mirror-Full-Phase-Aspects/2017-Introvert-Chart

Pendiam, ruang lingkup sosial sempit, penyendiri, malas berinteraksi dengan banyak orang, sensitif. Demikian lah sebagian hal-hal yang melekat pada orang-orang Introvert. Ada diantara temen-temen gw yang malas bergaul dengan kalangan tertentu, hanya aktif di kalangannya, dsb. Introvert kata yang tepat. Mungkin banyak yang berpikir, “kenapa sih dia kuper banget? Males gw ama orang pendiem kaya gitu” atau “Heh, gak eksis lo, kalo sama temen-temen lo sesama kuper aja, sok-sokan lo pengen eksis”. Namun, apakah mereka yang berpikir begitu mengerti perasaan orang-orang yang mereka omongkan?

Si A adalah seorang Introvert. Dia pendiam, dia kurang bergaul, namun dia heboh banget kalau sama temen-temen se-gengnya. Pernah kah kita lihat masa lalu si A, atau berpikir mengapa A begitu?

Tadi gw sebutin beberapa faktor pembentuk karakter

Keluarga

Mungkin orang tua A adalah orang yang Introvert, atau kakek neneknya, atau siapa pun yang mengasuh dan dekat dengan si A sejak kecil, sehingga karakter itu terbawa ke A. Dia melihat figur ayah dan ibunya, atau pengasuhnya, adalah orang yang kurang terbuka terhadap dunia luar, hanya bergaul dengan lingkungan sendiri, dsb. Dan mungkin juga orang tua A mengajarkan kepada A agar hati-hati dalam bergaul, dan itu melekat di A. Begitu juga perlakuan orang tua, anak-anak yang biasa dimaki dan direndahkan atas ketidak mampuannya dsb, cenderung menjadi Introvert

Lingkungan di luar keluarga

Si A masuk ke dunia nyata. Ia mulai bersekolah. Mulai taman kanak-kanak, hingga sekolah dasar, ia melihat banyak orang, ada yang mempunya kemiripan dengan dia, misalnya hobi, dan ada pula yang mempunyai perbedaan, dan terkadan perbedaan menjadi sebuah ketidaksukaan. A mencoba bergaul dengan semua orang, tapi ia menyadari sebuah fakta, bahwa ada yang menyukainya, dan ada yang tidak menyukainya. Alasan orang tidak menyukai si A bervariasi, mungkin karena fisiknya yang tidak sempurna, intelektualitasnya yang kurang, sifatnya yang kurang menyenangkan, dsb

Si A lalu akan bertindak, dan tindakannya ini juga menentukan. Katakan lah si A tidak bisa mengatasi rasa rendah diri, dia akan merasa inferior. Setelah merasa inferior, dia akan mengasingkan diri, menjaga perbuatannya dengan sangat hati-hati guna menghindari hujatan. Atau dia marah, dengan marah yang keterlaluan karena telah lama memendam, atau pun marah yang tidak pada tempatnya, dan orang-orang menghindarinya, kemudian timbullah rasa terasingkan. Si A sendiri sekarang. Pada saat itu dia menemukan orang-orang yang mirip dengannya, dan mereka berkumpul, membentuk kelompok. Kelompok Introvert

Ilmu Pengetahuan

Mungkin si A belajar, bahwa menjaga pergaulan itu penting, guna menghindari hal-hal negatif. Hal ini membuat si A selektif terhadap teman-temannya, sehingga di luar teman-temannya itu, dia merasa susah bergaul

EXTROVERT

extrovert

Sumber : http://peoplemaps.typepad.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/extrovert.gif

Terbuka, mudah berinteraksi mudah berbicara, menyenangi hal-hal yang melibatkan banyak orang, suka bercanda. Orang-orang Extroverted biasanya suka menjadi pusat perhatian, suka bersama-sama, tidak menyukai kesendirian, dsb. Extrovert adalah tipe karakter yang umumnya disukai

Si B adalah seorang Extrovert. Dia senang menjadi pusat perhatian, senang bersama-sama orang banyak, tidak suka kesendirian, dsb. Orang-orang Introvert berpikir, mengapa dia menjadi seperti itu? Mengapa dia dengan mudahnya bisa berinteraksi, tahu kata apa yang tepat diucapkan, bisa memulai sebuah percakapan dengan mudah?

Kembali, kita meninjau dari faktor-faktor pembentuk karakter

Keluarga

Mungkin orang tua si B adalah extrovert, atau siapa pun yang dekat dengan si B sejak si B kecil. Si B melihat figur orang itu sebagai orang yang banyak teman, easy going, dsb. Si B pun ingin seperti itu. Dikatakan pula ke si B bahwa menjadi orang yang punya banyak teman itu menyenangkan. Begitu pula dengan sikap orang tua, anak yang biasa diberi perhatian, dihargai, disayangi, akan belajar menyayangi dirinya sendiri, dan ia cenderung berkembang menjadi Extrovert

Lingkungan di luar keluarga

Si B memasuki dunia nyata. Si B mencoba bergaul. Si B adalah orang yang memiliki kelebihan, dia tampan, pintar, kuat, atau pun punya sifat yang menyenangkan. Si B merasa superior, atau pun setara. Rasa rendah diri si B kalah oleh rasa percaya dirinya. Katakan lah, suatu saat si B dicaci maki, maka ia akan tetap melihat ke depan karena ia mengetahui bahwa ia punya kelebihan juga. Kalau pun ia sesaat di asingkan, toh masih banyak orang lain yang mengakui kelebihannya. Kemenangan rasa percaya diri ini lah yang dimiliki oleh orang-orang Extrovert dan tidak dmiliki orang sebagian orang Introvert. Si B akhirnya bisa berteman dengan siapa saja. Mungkin si B juga selektif dalam hal memilih teman dekat, tapi secara keseluruhan, keadaan jiwanya yang menyukai keramaian memanggilnya untuk lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat

Ilmu Pengetahuan

Si B belajar bahwa Extrovert adalah kepribadian yang disukai banyak orang, karena itu ia berusaha menjadi Extrovert


Di dunia ini, Extrovert dan Introvert bukanlah hal yang pasti, karena manusia bisa berubah. Jika, seorang anak saat kecil terlihat berjiwa Extrovert, namun saat beranjak dewasa ia menghadapi berbagai masalah, maka ia bisa berubah. Katakan lah ia melakukan suatu kesalahan fatal, sehingga ia merasa terasing, lalu mentalnya tidak sanggup menahannya sehingga ia menjadi Introvert. Mungkin juga, seorang Introvert  melakukan hal mengagumkan, atau menemukan kelebihan yang bisa sangat dibanggakannya, lalu hal itu membuatnya terlihat menarik bagi orang-orang. Ia menjadi terbiasa dikelilingi dan menjadi pusat perhatian, ia bisa saja menjadi seorang Extrovert

Perubahan karakter drastis seperti itu mungkin saja. Di sis lain, tidak menutup kemungkinan seseorang tetap mengikuti panggilan jiwanya. Mungkin sang Extrovert terjatuh dan merasa terasing, dia akan menjadi Introvert sementara, kemudian kembali menjadi Extrovert. Itu sangat normal. Sama halnya dengan Introvert yang merasakan kesenangan berinteraksi dengan banyak orang, akan tetapi panggilan jiwanya mengatakan hal yang berbeda. Contohnya, jika seorang Introvert menjadi seorang bintang olah raga. Mungkin saja dia akan dikerubungi orang, dan dia jadi suka menjadi pusat perhatian. Tapi selain membicarakan kemenangannya, dia bingung mau bicara apa lagi untuk membuat dirinya kembali menjadi pusat perhatian, karena sebenarnya dia memang kurang pandai berbicara. Akhirnya dia kembali menjadi Introvert

Untuk ngetes kepribadian lo, coba perhatiin tabel ini :

intro-extro-ambie Sumber : http://www.wikipedia.com

Kelebihan dan Kekurangan Introvert dan Extrovert

Introvert

Tipe introvert kadang terlihat kurang expresif di dunia luar, sebagian dari para inrovert lebih menyukai pembicaraan yang bersifat diskusi atau bahasan-bahasan yang dapat memicu pengembangan dalam lingkup teman mainnya/golongannya. Bila berada dalam lingkungannya bisa saja seorang introvert bersikap sangat aktif dan expresif. Tipe ini memungkinkan juga untuk mempunyai banyak lingkup gaul, namun rasa memiliki umumnya hanya ada pada satu lingkup. Walau sangat memungkinkan seorang introvert dapat bergaul kemana-mana namun untuk membuka atau menerima sesuatu tidaklah mudah. Mempunyai loyalitas kuat pada golongan / kalangannya dan karena hal ini pula tipe introvert umumnya kurang dapat menilai secara obyektif, namun menjadikannya pelindung yang dapat diandalkan

Extrovert

Tipe karakter yang lebih suka bersosialisasi dan mencari banyak teman. sering membicarakan banyak hal dan berkumpul bersama orang lain. Justru para extrovert akan merasa bosan jika ia sendiri tanpa ada seorang pun yang dapat diajaknya bicara. Tipe extrovert memiliki energi yang bersifat external dan mengekspresikan pikirannya.Kadang para extrovert sering terbawa kenyamanan, sehingga kadang terlihat memanfaatkan, tapi tidak semuanya demikian, umumnya tipe etrovert-lah yang lebih berperan dalam menciptakan suasana

menurut Tes Kepribadian dan Tipe Karakter dari Facebook


Kalo gw? Gw Ambievert. Gw udah pernah ngerasain indahnya menjadi pusat perhatian, dan gw senang bersosialisasi, dan gw butuh kedua hal itu. Di sisi lain, gw juga udah pernah merasa terasing, dan gw juga menikmati kesendirian

ambievert

March 24, 2009 Posted by | My Thoughts, Psychological | 13 Comments